Mengubah aset konsumtif

Orang kaya memiliki harta konsumtif yang difungsikan sebagai harta produktif. Harta konsumtif memerlukan uang keluar dalam bentuk biaya, pajak, bunga dan sebagainya, sehingga sedapat mungkin bisa menghasilkan pemasukan untuk menanggung pengeluarannya tersebut. Jumlah pemasukan dari harta konsumtif yang difungsikan sebagai harta produktif diusahakan lebih besar dibandingkan dengan jumlah pengeluarannya.

Harta konsumtif seperti rumah, kendaraan, alat elektonik, alat rumah tangga, dsb dapat difungsikan sebagai harta produktif. Rumah tinggal dapat dijadikan rumah kost, mobil pribadi dapat difungsikan sebagai mobil sewaan. Perangkat elektronik seperti sound system, alat musik, atau alat-alat rumah tangga seperti pemanas, perkakas dapur, dsb. dapat disewakan.

21 tanggapan untuk “Mengubah aset konsumtif”

  1. NIM 201041055

    Menurut saya, pola pikir seperti ini yaitu sebisa mungkin menjadikan aset konsumtif menjadi aset produktif merupakan pola pikir yang membangun. Mengapa? Karena hampir sebagian besar dari kita bekerja susah payah untuk membeli atau mendapatkan keinginan kita (bukan kebutuhan) dan tidak jarang keinginan tersebut sifatnya konsumtif.

    Dengan demikian hasil jerih payah kita tidak berarti apa-apa apabila hanya dijadikan aset konsumtif dan tidak bisa didayagunakan dengan optimal. Secara pribadi saya lebih suka membeli aset konsumtif berupa property atau rumah, selain kecenderungan harga tanah dan harga rumah yang stabil naik, secara penyusutanpun nilainya tidak menyusut banyak. Bahkan apabila dijadikan rumah kost2 an, rumah kontrakan atau sewaan, rumah yang kita beli secara kreditpun akhirnya akan menjadi aset produktif kita, tanpa perlu kita menyicil (karena cicilan per bulan sudah dicover dari biaya sewa atau uang kost) dan dalam jangka waktu tertentu aset tersebut akan berpindah dari kepemilikan bank menjadi milik kita dan saat itu kita dapat merasakan keuntungannya.

  2. NIM 2010-41-007

    menurut saya. .topik ini perlu di terapkan dlm kehidupan kita. tapi tidak sepenuhnya hanya orang kaya yg menerapkan seperti ini,org menengah pun bisa menerepkan hal ini. .asal dia berani mengambil resiko dan bisa memeprediksi sebesar apa resiko yg akan dia dpt.itu menurut saya.
    topik ini sangat menarik,disini kita di tunjukkan dalam kehidupan org kaya yg real.mengapa mereka bisa memenuhi segala kebutuhan mereka? karena mereka pintar dlm mengelola aset-aset kekayaan mereka,sehingga bisa mengubah aset yg konsumtif menjadi produktif.

  3. NIM 201036022
    Dengan pemikiran mengubah aset konsumtif menjadi produktif sangat lah bagus dan dapat menambahkan keuangan. karena biaya perawatan untuk aset konsumtif yang kita miliki tidak perlu kita keluarkan dari kantong sendiri. Seperti halnya kendaraan sepeda motor yang kita miliki terparkir cukup lama pada saat kita melakukan aktifitas. Alangkah lebih bermanfaatnya bila waktu yang tidak terpakai tersebut kita jadikan penghasilan dengan cara di sewakan kepada saudara yang lagi tidak bekerja untuk digunakan ojekan.dari hasil ojekan tersebut lumayan untuk membiayai biaya perawatan sepeda motor tersebut bahkan dapat menambahkan keuangan kita.

  4. NIM 201041039

    harus. karena kalau tidak hanya gaji lah yang hnya bisa diharapkan. contohnya kita memerlukan pulsa sbg alat komunikasi,bisa jga kita membeli voucher pulsa namun dijual.

  5. NIM: 201036028

    Saya sangat setuju dengan hal tersebut. Mengubah aset konsumtif menjadi produktif merupakan salah satu cara untuk menjadi seorang yang sukses dalam mengelola uang.Harta konsumtif yang dimiliki dapat dirubah sebagai harta produktif, berarti kita sedang mengurus aset sendiri bukan aset orang lain.Tetapi hal itu harus dapatdilakukan,dikelola dan diterapkan dengan baik dan benar. Serta sgar aset tersebut berjalan sesai dengan target, maka kita harus berfikirfleksibel dan imajinatif.

  6. NIM : 2010-36-019

    Orang kaya pandai mengubah aset konsumtif menjadi produktif hal tersebut sangat baik dan perlu diterapkan pada setiap orang sehingga mereka akan sukses dalam pengelolaan keuangannya.

  7. Nim : 2010-36-034

    Kegiatan mengubah aset konsuntif menjadi aset produktif itu sangat baik karena itu bisa membuat kita menjadi orang sukses/kaya,dengan mengubah aset itu maka sesuatu yang kita miliki yang tadinya hanya aset konsuntif biasa yang di gunakan dalam waktu cepat akan habis dengan cara melakukan pengubahan menjadi aset produktif semuanya akan menghasil kan sesuatu yang menguntungkan dan dapat menambah pemasukan. contohnya kita memiliki sebuah rumah yang sudah tidak kita huni lagi karena di luar kota alangkah baiknya rumah itu di sewakan agar kita dapat menambah pemasukan yang lebih dan untuk membayar pajak dari rumah tersebut agar kita tidak terbebani sendiri.

  8. Nim 201036020

    memang seharusny seseorang bisa mengubah kebutuhan konsuntif menjadi produktif . Dengan begitu mereka akan sukses dan bisa mengelola keuangan dengan baik

  9. NIM : 2010-52-090

    Sangat penting jika kita mampu membedakan atau mengubah atau memikirkan kembali keinginnan kita yang mana yang ternyata bisa menghasilkan (konsumtif menjadi produktif)

    Memang rata2 apa yang kita inginkan semata2 hanya akan menjadi aset konsumtif, namun kita harus mengubah pola berpikir kita sebelum membeli barang yang kita inginkan. Sebelumnya perlu kita ketahui terlebih dahulu apa manfaatnya kita membeli sesuatu, misalnya rumah yang lebih baik atau besar, lalu kita menyewakan rumah lama kita kepada orang yang membutuhkan tentu akan menghasilkan bukan?!

    Membeli motor atau mobil mewah itu merupakan aset konsumtif kita tapi jika kita membuka pikiran kita dengan menyewakannya, status aset kita yang awalnya konsumtif dapat berubah menjadi aset produktif.

    Pola pemikiran seperti inilah yang bisa membuat orang kaya menjadi lebih kaya, memanfaatkan segala kemungkinan yang ada untuk menambah aset atau mengubah aset konsumtif menjadi produktif.

  10. NIM 2010 41 093

    Pada saat membeli barang, kebanyakan orang hanya berfikir bahwa barang tersebut adalah barang konsumtif yang hanya di pakai tanpa dapat menghasilkan apapun. orang kaya yang bijak akan mengubah barang-barang yang konsumtif menjadi aset produktif yang dapat digunakan sebagai vehicle (kendaraan) untuk menghasilkan uang yang justru akan dapat di pergunakan untuk membeli barang yang lain. sebagai contoh, jika seseorang mempunyai mobl dimana mobil terseut adalah kendaraan pribadi yang sifatnya konsumtif, namun orang yang berfikir dan akan menjadi orang kaya akan dapat menambah daya manfaat dari mobil tersebut dengan misalnya menjadikannya alat usaha seperti usaha antar jempt anak sekolah di lingkungan rumahnya sampai ke sekolah dimana penghasilnan yang di dapat selama sebuan apabila di kumpulkan akan dapat dipergunakan sebagai DP untuk membeli mobil lainnya untuk memperbesar usahanya dan ccilan dari kredit mobil tersebut di peroleh dari penghasilan usahanya setiap bulan.

  11. NIM : 2010-52=070, Seksi : 36

    Kebiasaan buruk dari masyarakat indonesia adalah memiliki jiwa yang sangat konsumtif. Hal ini terbukti dari sejumlah riset yang mengatakan bahwa indonesia adalah negara pemakai BlackBerry terbesar didunia. Ini membuktikan bahwa pada dasarnya masyarakan indonesia memiliki kemampuan ekonomi yang lumayan tinggi, NAMUN masih sangat labil dalam menentukan apa yang menjadi prioritas pengeluaran mereka, sehingga lebih banyak barang yang dibeli dengan tujuan konsumtif dibandingkan dengan barang yang dapat menghasilkan uang.
    Contohnya, kebanyakan orang di indonesia memilih memiliki banyak motor dengan berbagai brand dan type hanya untuk meningkatkan gengsi mereka, padahal bila mereka lebih bijak, alangkah baiknya apabila mereka membeli motor yang standrt saja dan siasnya bisa disewakan untuk ojek dsb sehingga dapat menanbah pemasukan mereka.
    Contoh lainnya mungkin seperti kebutuhan akan internet, karena kemajuan semakin melesat maka saat ini dimana-mana orang membutuhkan internet, jika kita bisa memanfaatkan hal tersebut, kita bisa membuka usaha warnet, dengan itu kita dapat memakai internet dan sekaligus mendapat pemasukan.

  12. nim: 2008 11 106 seksi 31

    orang kaya harus cerdas dalam megelola harta konsumtif dimana barang-barang yang bisa menghasilkan uang bisa dugunakan dengan berbagai cara, namun kebanyakan orang hanya memiliki jiwa konsumtif inilah yang menyebabkan orang tetap berada pada garis kemiskinand dan tetap pada titik berapa pemasukan maka pengeluaranyapun tetap sama artinya pemasukan dan pengeluarannya sama tidak ada sisa. khususnya masyarakat indonesia tidak mengerti bagaimana cara mengelola harta yang konsumtif menjadi produktif.

  13. NIM : 2007-12-082

    Untuk menjadi kaya harus nya kita lebih kreatif mengelolah aset kita, terutama aset konsumtif. Karena mungkin saja aset konsumtif milik kita di beli dengan sistem angsuran alias kredit.
    Jadi kenapa tidak kalau kita sewakan balik ke orang. Yang artinya kita tidak perlu mengeluarkan dana/uang untuk mendapankan aset konsumtif kita tersebut.

  14. 2008-71-060

    Apa yang dituliskan oleh pak Mulyo memang lah tepat dalam hal memanfaatkan harta konsumtif menjadi harta produktif, mengapa saya katakan tepat,karena dengan pola pikir seperti yang telah dituliskan di atas maka akan sangat mudah bagi kita untuk menjadi kaya,asalkan di jalankan secara konsisten baik dalam pelaksanaan dan perawatan aset-aset yang telah digunakan sebagai harta produktif agar aset-aset tersebut selalu memiliki nilai jual yang tinggi pada saat kita sewakan.

  15. NIM : 9999-52-112

    Menurut saya memang sewajarnya seorang pengusaha apalagi sudah mengeluti dunia bisnis yang begitu lama harus mampu mengubah aset konsumtif menjadi produktif yang mana dapat meningkatkan penghasilannya / pendapatannya. Namun perlu diketahui tidak semua aset dapat dijadikan produktif haruslah dilihat dari situasi dan kondisi yang ada agar tidak rugi dikemudian hari.

    Saya lebih senang menyebutkan seseorang itu sukses daripada kaya, karena belum berarti seseorang yang kaya itu sukses namun bisa jadi dan kebanyakan seorang yang sukses pastilah kaya. Seorang yang sukses haruslah mampu melihat setiap peluang bisni yang ada agar dia tidak ketinggalan.

    Contoh spesifik :
    – Menggunakan layar monitor yang ada untuk Nonton bareng pada saat Piala Dunia atau pertandingan Liga yang mana dapat mendatangankan banyak pelanggan restaurant untuk menikmati makan dan minum sambil menonton team favorite mereka.
    – Menggunakan Internet yang awalnya hanya untuk internal use menjadi general use agar customer lebih lama stay dalam restaurant tersebut.

  16. NIM :200911129

    Menurut saya benar,seorang pengusaha yang menggeluti bisnis yang cukup lama harus mampu mengubah aset konsumtif menjadi aset yang produktif guna untuk menghasilkan dan meningkatkan pendapatannya.Namun aset yang produktif harus juga di lihat kedepannya bermanfaat dan jangan sampai menimbulkan kerugian di kemudian hari.Orang sukses dan kaya adalah menjadi tolak ukur orang itu sukses dalam hidupnya.Orang lebih baik sukses dan menjadi kaya,di bandingkan kaya tapi tidak sukses dalam hidupnya.Kebanyakan orang sukses dalam bisnis orang yang jeli melihat peluang pasar dan menghasilkan pendapatan yang menguntungkan bagi pembisnis.

  17. NIM 2009 12 138

    Setuju pak. Tentu sebagian besar dari kita pasti mempunyai harta konsumtif dalam bentuk yang beragam. Saya sedang berfikir Harta Konsumtif (rumah, mobil, notebook dll) apa saja yang saya dan keluarga miliki yang dapat dimaksimalkan sehingga memberikan nilai tambah dalam bentuk penghasilan tambahan (Harta Produktif). Walaupun belum memungkinkan saat ini, namun ide ini memotivasi saya untuk menggali gagasan ini pada masa yang akan datang sehingga saya dapat memiliki pemasukan dari Harta Konsumtif yang saya miliki.

  18. NIM : 200941201

    Menurut pendapat saya adalah topik ini dapat mengubah pola pikir kita yang selama ini hanyalah mengumpulkan aset sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan bagaimana kita dapat menggunakan aset tersebut untuk menjadi produktif. Jarang sekali orang kaya bisa merubah suatu kebiasaan berpikir untuk menggunakan asetnya sebagai suatu pendapatan diluar pekerjaannya, serta mereka selalu berpikir seberapa tingkat resiko apabila suatu projek atau proyek tertentu tidak berhasil sesuai harapannya. Disini hampir semua orang memikirkan tingkat resiko yang harus ditempuh sebelum mereka dapat menikmati hasil yang diperoleh dari aset tersebut.
    Apabila mereka dapa berhasil, maka mereka dapat menambah harta kekayaannya serta asetnya yang selalu dapat dipergunakan sebagai mata pencaharian tambahan.

  19. Menurut pendapat saya adalah topik ini dapat mengubah pola pikir kita yang selama ini hanyalah mengumpulkan aset sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan bagaimana kita dapat menggunakan aset tersebut untuk menjadi produktif. Jarang sekali orang kaya bisa merubah suatu kebiasaan berpikir untuk menggunakan asetnya sebagai suatu pendapatan diluar pekerjaannya, serta mereka selalu berpikir seberapa tingkat resiko apabila suatu projek tertentu tidak berhasil sesuai harapannya. Disini hampir semua orang memikirkan tingkat resiko yang harus ditempuh sebelum mereka dapat menikmati hasil yang diperoleh dari aset tersebut.
    Apabila mereka dapat berhasil, maka mereka dapat menambah harta kekayaannya serta asetnya yang selalu dapat dipergunakan sebagai mata pencaharian tambahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s