Mengurusi bisnisnya sendiri

  • Mengurusi bisnis sendiri artinya mengurusi aset, bukan mengurusi pemasukan, pengeluaran dan liabilitas. Mengurusi pemasukan berarti mengurusi aset pemilik dan perusahaan, mengurusi pengeluaran berarti mengurusi aset penjual dan pemerintah, sedangkan mengurusi liabilitas berarti mengurusi aset kreditur dan bank.
  • Mengurusi pemasukan memperbesar aset pemilik dan perusahaan sedangkan aset pekerja atau pekerja lepas tetap kecil, mengurusi pengeluaran berarti memperbesar aset penjual dengan keuntungan dan pemerintah dengan pajaknya, sedang mengurusi liabilitas berarti memperbesar aset kreditur dan bank dalam bentuk bunga dan denda.

19 tanggapan untuk “Mengurusi bisnisnya sendiri”

  1. NIM 201052033, seksi 36

    setuju sekali dengan artikel diatas..
    seorang pengusaha/ buisnessman mempunyai control set terhadap bisnis yang dia miliki…
    seorang pengusaha harus pintar2 mempelajari tentang peluang bisnis.
    Karena itulah seorang pengusaha haruslah berfokus pada bisnisnya sndiri agar mampu mengetahui mana peluang dan mana yang akan menjadi beban di bisnis na tsb..
    Tanpa memiliki manage tentang pemahaman bisnis yang dimiliki maka pengusaha tersebut dikatakan tidak dapat memanage bisnis na dengan baik..

  2. NIM 201041082,seksi 36

    Pada dasarnya saya setuju dengan artikel diatas..
    seorang pengusaha pastilah akan mengurusi atau menjalankan bisnisnya sendiri bahkan mereka harus berfikir agar bagaimana bisa memperbesar atau memperlebar bisnis mereka.tetapi seandainya mereka bukan orang kaya atau orang yang tidak mempunyai aset bagaimana,paling tidak mereka bisa belajar dan mengambil ilmunya apabila mereka menjalankan bisnis orang lain,setelah dia merasa mampu berdiri sendiri atau sudah mempunyai aset barulah pasti dia akan menjalankan bisnisnya sendiri paling tidak dia bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang penah dia buat sebelumnya.

  3. NIM: 2010-33-026, SEKSI :07

    Biasanya orang seperti itu karena hobi untuk mengembangkan perusahaan.sehingga dia tidak menghiraukan usaha orang lain.tetapi ia hanya ingin mengembangkan usaha’a sendiri.

  4. NIM: 2010-41-026, SEKSI: 08

    Saya sangat setuju kalau misalkan saya mempunyai usaha sendiri saya akan jauh lebih mengurus aset2 usaha saya dahulu..
    karena jika usaha sendiri tidak maju,,
    bukankah rugi bila memembantu usaha orang lain dulu hingga sukses, sedangkan usaha saya sendiri terbelenggu dan jatuh
    jadi majukan dulu usaha sendiri baru membantu usaha lain.

  5. NIM : 2010-41-014 SEKSI : 08

    saya setuju dengan artikel ” Orang kaya mengurus bisnisnya sendiri, bukan bisnis orang lain “. orang kaya mampu mengurusi bisnisnya sendiri karena mereka mampu mengembangkan perusahaannya sendiri tanpa memikirkan bisnis orang lain. biasanya kebanyakan orang kaya menjalankan bisnisnya sendiri dengan cara kekeluargaan. maksudnya: seorang ayah yang menjadi pengusaha diperusahaan miliknya mengalihkan jabatannya kepada seorang anak laki2nya untuk meneruskan usaha bisnisnya diperusahaan tersebut, jadi perusahaannya dapat berdiri sekian lama dengan turun-temurun.

  6. NIM: 2010-41-012, SEKSI: 08

    Saya hampir sepenuhnya setuju dengan topik di atas. Memang kita harus memiliki suatu bisnis ataupun kegiatan produktif dikarenakan tidak selamanya kita bisa bekerja. Tetapi pada awalnya kita bisa belajar dari bisnis ataupun usaha dari orang lain agar kita dapat mengetahui seberapa besar kah peluang kesuksesan yang akan kita dapat bila melakukan bisnis tersebut.

  7. NIM : 2010-41-051 ,Seksi : 08

    Saya sangat setuju sekali, setelah membaca artikel di atas…
    mungkin dengan adanya balance atau keseimbangan bisa menjauhkan dari masalah” di atas…

  8. nim 2021041021, seksi 08

    saya setuju pa,karena kebanyakan orang kaya mempunyai bisnsi sendiri,karena bisnis sendiri lebih menguntungkan baginya di bandingkan mengurus bisnis orang lain

  9. Nim : 201041009, Seksi : 08.

    Orang kaya bekerja bukan untuk uang
    Orang kaya bekerja bukan untuk uang akan tetapi bahwa bekerja itu untuk mendapatkan suatu nilai lebih (mempertahankan suatu usaha yang sudah ada). Karena pada kenyataannya mereka sudah mempunyai uang dalam jumlah yang banyak. Menurut kiat sukses:
    1. Bekerjalah untuk belajar, jangan bekerja untuk uang, yaitu belajar cara perusahaan menghasilkan pemasukan yang diterima (yaitu dari kegiatan operasional, pembiayaan dan investasi) dan belajar cara perusahaan mengatur pengeluaran.
    2. Orang kaya perlu menguasai 4 konsep bisnis, yakni pemasukan, pengeluaran, asset dan liabilitas.
    3. Belajarlah agar uang bekerja untuk kita dengan mengurusi bisnisnya sendiri atau mengurusi asset dan tidak mengurusi bisnis orang lain atau mengurusi pemasukan, pengeluaran, liabilitas usaha orang lain.
    4. Orang kaya menciptakan uang dengan ‘kecerdasan finansial’, antara lain dapat membedakan good and bad liabilities (debt), membedakan good and bad expenses dan membedakan good and bad risk.
    Karena :
    1. Bekerja untuk uang menciptakan ketakutan, orang yang bekerja untuk uang takut gajinya tidak cukup, berkurang, atau terhenti. KETAKUTAN ini menyebabkan seseorang terikat uang, jadi budak uang dan mau melakukan apa saja.
    2. Bekerja untuk uang menciptakan KETAMAKAN, orang yang merasakan nikmatnya banyak uang akan menjadi TAMAK dan menginginkan semakin banyak uang. Untuk mendapatkannya rela melakukan apa pun, rela bekerja lebih keras, dan semakin keras.

  10. Nim: 201041009, Seksi: 08

    Orang kaya mengutamakan kebutuhan bukan keinginan
    Orang kaya harus mengutamakan kebutuhan bukan keinginan. Dimana kebutuhan itu sendiri harus terpenuhi agar hidup mereka lebih baik, teratur, menjadi terarah, dan dapat mencapai penghematan. Sesuai dengan konsep motivasi yaitu :
    1. Motivasi humanistik berkaitan dengan konsep motivasi Maslow yang manyatakan bahwa kebutuhan dasar harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi
    2. Hirarki kebutuhan menurut Maslow terdiri dari (1) kebutuhan fisiologis (physiological needs) yaitu kebutuhan sandang, pangan dan papan, (2) kebutuhan untuk mendapatkan rasa aman (safety needs) yaitu mendapatkan keamanan jiwa dan raga, termasuk keamanan dalam memenuhi kebutuhan fisiologisnya, (3) kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan sosial (social needs), yaitu kebutuhan untuk turut serta dalam kelompoknya, bergaul dan diterima orang lain, (4) kebutuhan mendapatkan penghargaan (esteem needs) yakni kebutuhan untuk mendapatkan prestise, pujian, atau pengakuan dari orang lain serta (5) kebutuhan untuk aktualisasi diri (self actualization needs) yakni kebutuhan untuk merealisasikan keinginan, dan kemampuannya
    Setelah kebutuhan itu terpenuhi maka keinginan baru bisa tercapai. Contoh: setelah mempunyai rumah dan mobil (kebutuhan akan sandang, pangan, papan terpenuhi) barulah mereka dapat membuka suatu usaha (menambah asset).

  11. Nim: 201041009, Seksi: 08

    Orang kaya gemar melakukan penghematan
    Saya setuju dengan tulisan bapak dimana orang kaya melakukan penghematan dengan mencari alternatif yang menggunakan tenaga lebih ringan, memerlukan waktu yang lebih cepat dan mengeluarkan biaya lebih murah, namun menghasilkan sesuatu yang sama. Dimana terjadinya penyeimbangan antara kebutuhan dengan keinginan. dimana ditetapkan terlebih dahulu tujuannya dengan cara menggunakan metode SMART yaitu:
    1. Specific (khusus) artinya tujuan yang ditetapkan harus fokus, jelas dan dirumuskan secara tertulis. Contoh: dalam melakukan suatu pembelian (pengeluaran) hendaknya barang yang dibeli harus jelas kegunaan dan manfaatnya. Misalnya ada 2 produk barang yang sama hendaknya dipilih yang harganya lebih murah, kualitas terjangkau (baik).
    2. Measurable (dapat diukur) artinya terukur dengan suatu kriteria keberhasilan, baik kuantitatif ataupun kualitatif. Dimana penghematan tersebut dapat diukur dengan berkurangnya pengeluaran dari satu bulan ke bulan berikutnya.
    3. Achieveable (dapat dicapai), artinya dapat tercapai sesuai kemampuan atau ada seseorang yang pernah mencapainya. Dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang ada. Contoh: pengeluaran uang belanja bulan Agustus 2010 sebesar Rp. 1.000.000 dan pengeluaran bulan berikutnya sebesar Rp.850.000. keterangan bulan agustus 2010 adalah bulan yang bertepatan dengan bulan puasa dimana harga bahan-bahan pokok naik.
    4. Realistic (realistis), artinya sesuai degan keadaan, tidak terlalu mudah namun juga tidak terlalu sulit. Tidak terlalu memaksakan untuk menjadi lebih hemat akan tetapi lebih ditekankan kepada suatu penghematan yang wajar.
    5. Timebound (batas waktu), artinya ada batasan waktu untuk mencapainya, baik jangka pendek, menengah ataupun panjang. Membuat suatu schedule perencanaan terhadap anggaran pengeluaran.
    Kemudian diterapkan cara mencapai tujuan yaitu: (1) menentukan tujuan, (2) evaluasi diri, (3) mencari strategi, (4) menyusun rencana, (5) melaksanakan kegiatan

  12. NIM 2010-41-020 SEKSI:8

    saya sangat setuju dengan artikel bapa, karena menurut saya jika suatu usaha/bisnis tidak dikerjakan sendiri akan susah berkembang, karena kita tidak bisa mengawasi secara langsung usaha kita sendiri tetapi jika kita mengurus sendiri kita akan lebih mudah berkembang karena kita bisa melihat dan meninjau tentang kelemahan dan kelebihan usaha kita.

  13. NIM : 2010.52.050, Seksi : 36

    1.Bisnis = Berdagang
    karena ada jual beli , tawar menawar , konkrit atau tidak konkrit ..
    2.Tidak setuju , alasannya bisnis yang berkembang selalu mengelola pemasukan , pengeluaran dan aset yang berharga untuk tetap berjalannya bisnis tersebut dan mempertahankan orang tetap kaya atau bertambah kaya dengan management yang baik dan akan menghasilkan kualitas bisnis yang baik pula ..

  14. NIM 201041090, Seksi 36

    Orang kaya tidak mau derajatnya direndahkan oleh orang” yang memiliki status dibawahnya. Mereka mengembangkan bisnisnya, agar kekayaan mereka bertambah dan tidak akan berkurang.
    Menurut saya, sangat bagus karena membuka peluang kerja dan mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia.

  15. 2008 71 060

    mengurusi bisnis sendiri dan tidak mengurusi bisnis orang lain, ini lah yang dinamakan fokus, seorang pengusaha apabila ia ingin bertambah kaya maka yang harus dilakukannya adalah fokus pada bisnisnya bukan urusan lain yang disebutkan diatas,dalam pikiran seorang pengusaha yang ingin kaya,maka yang harus dilakukan adalah sama seperti yang dikatakan pak mulyo yakni ‘ mengurusi bisnis sendiri dan bukan mengurusi bisnis orang lain’ jika orang tersebut memikirkan bisnis orang lain maka yakinlah bisnisnya tidak akan berkembang karena konsentrasi terpecah sehingga mengakibatkan pencapaian bisnis terhambat.

  16. NIM 200871060 seksi 31
    Mengurusi bisnis sendiri dan tidak mengurusi bisnis orang lain, ini lah yang dinamakan fokus, seorang pengusaha apabila ia ingin bertambah kaya, maka yang harus dilakukannya adalah fokus pada bisnisnya bukan urusan lain yang disebutkan diatas.
    Dalam pikiran seorang pengusaha yang ingin kaya,maka yang harus dilakukan adalah sama seperti yang dikatakan pak mulyo yakni ‘ mengurusi bisnis sendiri dan bukan mengurusi bisnis orang lain’ jika orang tersebut memikirkan bisnis orang lain maka yakinlah bisnisnya tidak akan berkembang karena konsentrasi terpecah sehingga mengakibatkan pencapaian bisnis terhambat.
    Terima kasih

  17. 3. 200952040 Seksi 31

    Dalam Buku The Cashflow Quadrant, Karangan Robert Taro Kiyosaki, Orang Kaya ialah Orang yang bekerja untuk membangun Asset (Sumber pemasukan) bukan bekerja untuk membangun Asset orang lain. Orang Kaya Pemilik Asset, yang kita sebut sebagai Quadrat Kanan bekerja pintar dalam menanamkan modal dan membangun Asset Raksasa. Mereka bekerja untuk menciptakan bagaimana bisnis nya terus berkembang dan memiliki cabang (outlet) dimana-mana.
    Asset/Bisnis yang besar dikatakan jika memilki cabang hampir di seluruh Propinsi di Indonesia bahkan Mancanegara.
    Orang Kaya juga belajar untuk mengelola resiko secara mandiri secara finansial.
    Dengan Asset yang besar dan terus mengalir, Orang Kaya memiliki Waktu yang berkualitas dan memiliki waktu yang sangat banyak untuk keluarga, karena mereka memiliki Konsep Asset bekerja untuk saya, sehingga saya tidak perlu untuk membangun Asset orang lain.

    Tidak dapat dipungkiri, bahwa Orang Kaya yang terjun ke dalam suatu bisnis bisa diawali dari Hobby/Ketertarikan akan sesuatu yang sangat di cintai.
    Contoh : dari Hobby memasak, afirmasi yang harus ada dalam pikiran kita ialah dari sekedar Catering 1 toko, bisa menjadi Restoran di seluruh pelosok Indonesia.
    Daya Pikir dan Kata-Kata yang kita miliki bisa menjadi Kekuatan Besar yang tidak terbendung. Karena Kata-Kata ialah Daya Ungkit(Robert Taro Kiyosaki dalam buku Retire Young, Retire Rich).
    Banyak cara positif dan halal bisa kita lakukan untuk menjadi Kaya dalam mengelola bisnis sendiri. Dengan memiliki bisnis yang besar dan Asset dimana-mana, kita dapat membuka lapangan kerja, menurunkan angka penggangguran dan menikmati hidup dengan keluarga.

  18. NIM:2009-11-125,seksi:31

    Orang kaya akan mengurus bisnisnya sendiri,apabila mengurus bisnis orang lain bisa dikatakan sebagai pekerja.Biasanya orang kaya mempunyai jiwa kiwirausahaan tinggi,karena mereka menilai kalau orang bekerja itu hanya yang didapat 2 hal yaitu:
    1.Penghasilan terukur.
    2.Selama masih dibutuhkan tenaganya
    Orang bekerja penghasilan terukur,biarpun jadi karyawan,manager,direktur.semuanya penghasilan sudah ditentukan,bahkan kerja lembur juga sudah ada hitungannya.
    Selain itu orang bekerja selama masih dibutuhkan tenaganya,sewaktu-waktu bisa putus kontrak atau PHK.
    Berbeda dengan orang kaya yang berpikir semakin banyak yang dilakukan akan banyak mendapatkan penghasilan,dan juga mereka bisa menentukan sendiri kapan akan berhenti bekerja atau pensiun.
    Terima kasih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s