Uang menciptakan ketakutan

  • Orang yang bekerja untuk uang akan terus menerus dihantui ketakutan, takut gajinya tidak cukup, takut gajinya berkurang, takut gajinya berhenti. Ketakutan semacam ini menyebabkan seseorang terikat dengan uang, takut tidak punya uang dan rela menjadi budak uang dan mau melakukan apa saja demi uang bahkan kalau perlu mendapatkannya dengan cara-cara yang batil.
  • Orang yang mengaku tidak tertarik terhadap uang lebih buruk daripada orang yang terikat uang, karena dalam kenyataannya harus bekerja keras selama 8 jam sehari untuk mendapatkan uang
Iklan

32 tanggapan untuk “Uang menciptakan ketakutan”

  1. Ketakutan yang timbul karena pola pikir bekerja untuk uang tidak akan pernah ada habisnya, hal ini disebabkan sifat dasar manusia yang tidak pernah merasa puas atau tercukupi. Apabila kita bekerja hanya semata-mata mencari gaji, maka kita hanya akan mendapati ketakutan tersebut.

    Salah satu contoh ketakutan adalah, seseorang tidak berani mencoba untuk berwirausaha karena “takut” tidak ada kejelasan di masa mendatang, sedangkan kalau dia bekerja dia sudah terjebak di “zona nyaman” mendapatkan penghasilan yang tetap dari gaji setiap bulannya. Justru inilah yang menjadi perangkap kehidupan yang menjebak banyak orang. Bekerja puluhan tahun sampai pensiun, bahkan di masa pensiunnya pun tidak bisa menikmati hasilnya (pada kenyataannya uang hasil pensiun sebagian besar akan habis oleh pajak).

    Semua orang pasti butuh uang, namun orang kaya menjadikan uang tersebut yang bekerja untuk dia. sedangkan orang miskin bekerja untuk uang.

    -Nathanael Hartono- 201041055 – Seksi 36

  2. ciptakan lapangan pekerjaan yang lain untuk mendapatkan penghasilan tambahan,agar tidak khawatir jika suatu saat sakit uang masih tetap ada.
    sehingga tidak menjadi budak uang.

  3. NIM : 201036001, seksi : 07

    Menurut saya, orang-orang yang bekerja untuk uang adalah orang-orang yang sudah tidak mampu lagi berpikir kreatif tentang bagaimana menghasilkan uang dengan cara lain, sehingga hanya memfokuskan pada satu sumber/perusahaan dan dikarenakan terlalu banyaknya tuntutan hidup yang harus dipenuhi tertutama untuk orang-orang yang sudah berkeluarga.

  4. NIM : 201041005 , SEKSI : 08

    Bekerja untuk uang menciptakan ketakutan tidak akan dialami oleh seseorang jika orang tersebut mampu dalam mengatur pemasukan dari berbagai sumber dan pengeluaran yang bersifat produktif.

  5. Nim : 201036012, Seksi : 07

    bekerja untuk uang dapat menciptakan ketakutan karena kita bekerja hanya untuk mendapatkan uang saja.Orang yang bekerja untuk uang tidak bisa mengantisipasi jika ada hal yang tidak diinginkan seperti PHK ataupun penurunan uang gaji.
    orang yang baik adalah bekerja untuk menciptakan suatu bisnis atau mungkin lapangan kerja dari penghasilan yang kita dapatkan selama kita bekerja.jadi ketika ada hal yang tidak diinginkan kita dapat menbgantisipasinya.

  6. nim 201036010
    seksi 07

    menurut saya bekerja untuk uang mempunyai sisi positif dan negatif. sisi posifnya orang akan mrnjadi ulet dan giat bekerja hanya untuk mendapatkan uang dan untuk memenuhi kebutuhanya. sisi negatifnya waktunya di habiskan untuk mencari uang bahkan dia akan bekerja rodi.

  7. NIM : 2010-34-003, SEKSI 07

    Sangat benar, orang yang bekerja untuk uang itu selalu di hantu-hantui rasa ketakutan karena kalau dia berhenti bekarja dia takut keesokan harinya dia akan kekurangan oleh sebabnya dia akan bekerja terus menerus tanpa memikirkan hal yang lainnya. seperti orang yang berdagang, yang telah diperbudak oleh uang sangat enggan untuk menutup tokohnya walaupun hanya untuk satu hari dan dia pun lupa akan apa yang harusnya dia lakukan.
    Sehingga lupa akan beribadah kepada Tuhan yang telah memberikan berkatnya setiap saat kepada kita semua.

  8. NIM ;201041056, SESI :08

    orang yang bekrja semata demi mencri uang sampai kapan pun pasti akan dihantui rsa ketakutan yang berlebhan.ciptakan pengeluaran yang produktf sebanyak mungkn,dan kurngi pengeluaran yang konsumtf itu lah cra yang bsa digunakan untk mengurangi tngkat ketakutan pekerja.

  9. NIM :2010-36-021 SEKSI :07

    orang yang bekerja untuk uang sering dihantui ketakutan,takut gajinya tidak cukup,takut gajinya berkurang,takut di pecat.ketakutan yang seperti ini menyebabkan seseorang ingin melakukan apa saja demi mendapatkan uang

  10. nim : 201033020, seksi: 07

    apabila orang yang bekerja untuk uang pasti akan merasa ketakutan akan ketidakcukupan penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan akan terkait oleh uang sampai mau melakukan apa saja demi uang.

  11. NIM : 201036015, seksi 07

    saya tidak bersependapat bekerja untuk uang menciptakan tetakutan, bohong bila seseorang itu bekerja bukan untuk uang, dan bekerja bukan demi mengejar uang.
    munafik sekali bila dia merasa ketakutan sedangkan uanglah yang setiap hari di upayakan untuk didapatkan olehnya.
    sebenarnya bukan ketakutan yang sedang dialami seseorang adalah karna uang, melainkan seseuatu yang diperbuat oleh orang itu kepada uangnya.

  12. NIM:2010-34-007, SEKSI:07

    bkrja untuk uang mmang bisa mnimbulkan ktakutan.mnurut sya hal ini bsa diatasi dngn mnghitungkan dana pngeluaran scara rinci dan bnr. selain itu pnghasilan yg qita dpt digunakan sehemat mungkin dan menyisihkan sbagian penghasilan untuk ditbung, agar suatu jika terjadi yg ditakutkan msh mmpunyai uang cadangan yang kita tabung.

  13. NIM:2010-33-027, SEKSI:07

    mnurut saya hal ini dilakukan agar apa yg sdh dirncanakan brjalan dngn baik dan bisa dipertanggung jwbkan.

  14. NIM: 2010-52-034 SEKSI: 36

    Menurut pendapat saya,

    Kita dapat membuat sebuah jaminan untuk mengatasi ketakutan tersebut. Misalnya setelah kebutuhan primer kita terpenuhi kita dapat menabung untuk membuka usaha,atau membuat asuransi apabila gaji kita berhenti.
    kita dapat memprioritaskan hal-hal lain selain uang untuk mencegah ketakutan itu. Terima kasih

  15. NIM: 2010-41-011, SEKSI:O8

    Setiap orang pasti bekerja untuk mencari uang, yang selalu akan dihantui rasa TAKUT akan tidak punya uang, tetapi dengan cara kita mengeluakan keperluan produktif sebanyak-banyaknya,dan mengurangi pengeluaran konsumtif setidaknya dapat mengurangi rasa KETAKUTAN kita.

  16. NIM: 2010-41-049 seksi: 08

    menurut saya benar,
    karna bila kita bekerja tidak perlu memikirkan gaja, karna gaji datang dengan sendiri ya bila kita bekerja dengan baik…

  17. NIM: 2010-41-049 seksi: 08

    kita tidak perlu takut karena uang datang dengan sendirinya bila kita bekerja dengan baik.

  18. NIM : 2010-36-025, SEKSI : 07

    Orang yang terikat dengan uang menjadi TAKUT tidak mempunyai uang, akibatnya mereka rela menjadi budak uang. Ketakutan ini menyebabkan seseorang mau melakukan apa pun demi mendapatkan uang, dengan cara apa pun bahkan dengan cara-cara yang tidak benar. Orang yang tidak tertarik uang lebih buruk daripada orang yang terikat uang, karena dalam kenyataannya harus bekerja keras selama 8 jam sehari untuk mendapatkan uang.

  19. Nim : 201052091, Seksi : 36

    Menurut saya orang yang bekerja untuk uang belum mengerti tujuan dari bekerja,karena yang saya dapat dari yang saya pelajari adalah dalam bekerja seharusnya kita belajar bagaimana kiat sukses dan bagaimana cara mengembangkan kinerja kerja yang profesional sehingga kita dapat menciptakan keuntungan yang sebesar-besarnya dan menghadapi resiko yang sekecil-kecilnya bahkan tidak ada resiko sama sekali. Dengan demikian jagankan uang bahkan kenyamanan dalam bekerja pun dapat kita peroleh.
    Sedangkan orang yang bekerja untuk uang mereka hanya fokus memikirkan tentang uang dan kapan waktu untuk memperolehnya tanpa memikirkan bagaimana cara/kiat untuk mengembangkannya agar dapat dimanfaatkan untuk mengahasilkan pendapatan/ mengahasilkan uang dalam jumlah yang lebih banyak.

  20. menurut saya orang yang bekerja karena uang dan takut tidak punya uang atau tidak mendapatkan pekerjaan itu adalah orang yang sudah tidak percaya diri dengan kemampuan yang dia punya lagi karena menurut saya bekerja bukan semata2 untuk mencari uang tapi mendapatkan wawasan dan pengalaman yang lebih baik

    1. NIM : 2010-52-090 seksi : 36

      menurut saya orang yang bekerja karena uang dan takut tidak punya uang atau tidak mendapatkan pekerjaan itu adalah orang yang sudah tidak percaya diri dengan kemampuan yang dia punya lagi karena menurut saya bekerja bukan semata2 untuk mencari uang tapi mendapatkan wawasan dan pengalaman yang lebih baik.

  21. NIM : 2010-52-070, Seksi : 36

    Pada umumnya masyarakat di Indonesia masih terpacu pada pemikiran “Seseorang dianggap SUKSES ketika mereka mempunya pekerjaan dengan gaji menjulang”
    Padahal tanpa mereka sadari, semakin besar gaji yang mereka dapatkan, maka tingkat kebutuhanpun akan semakin meningkat. Sehingga pda akhirnya, sebesar apapun gaji yang dipeeroleh seseorang, tidak akan pernah cukup dan membuat orang itu puas. Tapi mereka akan terus menerus berusaha, bagaimana caranya mendapatkan gaji yang semakin hari semakin besar sehingga terkadang menghalalkan segala cara dan tidak jarang mengorbankan kepentingan pribadi maupun orang lain.
    Hal itu mungkin sering sekali terjadi dan dapat kita lihat sendiri disekitar kita. Tentunya banyak orang-orang yang sampai saat ini bekerja diperbudak oleh gaji, sehingga mereka senantiasa merasa takut.
    Contoh simplenya, ketika suatu hari mereka jatuh sakit dan harus beristirahat di rumah, tidak jarang kkita jumpai ada beberapa orang yang rela tetap bekerja karena ketakutan gajinya di potong, dsb.

    Seharusnya mereka mulai membuka mata, dan melihat peluang yang ada di sekitar mereka. Misalnya, lebih memanfaatkan gaji yang mereka terima saat ini, seberapapun itu, usahakan disisihkan untuk tabungan yang suatu saat dapat kita gunakan sebagai modal untuk membuka usaha. Tidak usah muluk-muluk, mungkin dari usaha kecil nan sederhanapun cukup untuk permulaan. Dan yang paling penting adalah, jangan takut untuk mengambil resiko, karena kita hidup sebagai manusia tentunya akan selalu di hadapkan pada resiko baik besar maupun kecil, Itu sudah di gariskan oleh Tuhan. Kita sebagai manusia berusaha, dan sisanya biarkan Tuhan yang berkehendak 🙂
    Yang perlu diingat dalah, apapun yang kita kerjakan pasti ada resikonya, bahkan bekerja pada orang lain pun ada resikonya, yaiyu suatu saat anda pasti mengalami yg namanya PHK dan yang perlu diketahui, PHK itu tidak hanya mengenai orang yg tidak berprestasi saja, orang yang berprestasipun dapat mengalami hal tersebut.
    Jadi, mulai saat ini lebih bijak dalam bekerja 🙂

  22. NIM : 2010-21-01 Seksi : 36

    Orang yang bekerja memang dasarnya mencari uang. Namun orang yang berpola fikir kreatif seharusnya berfikir bekerja itu untuk pengalaman dan ada rasa ingin mengetahui Ilmu-ilmu yang belum pernah iya ketahui lalu ingin ada rasa menguasai Ilmu tersebut.

    Orang yang bekerja untuk uang selalu di hantui rasa takut biasanya yang di fikirkan adalah apakah kebutuhannya sehari-hari akan terpenuhi, kapan gaji naik, dan lain-lain. Jika dilandasi seperti itu sikap rasa takut akan terbayang-bayang terus menerus.

    Menurut saya lebih baik harus berfikir secara logikan saja. Toh jika orang yang bekerja gaji itu selalu dapat tiap bulan dan harus di manfaatkan sebaik-baik mungkin. Rezeki itu tidak kemana. Rasa takut itu harus dihilangkan. Jika perlu cari peluang menjadi pengusaha seperti membeli rumah lalu di sewakan atau di kontrakan. Uang akan mengalir tiap bulannya. Jadi tidak ada rasa takut lagi
    “orang yang tidak suka uang lebih buruk dari orang yang terikat uang”. Makna tersebut saya berpendapat memang tidak di pungkiri lagi setiap orang suka akan uang, namun orang yang selalu mengandalkan gaji (terikat uang) itu adalah salah satu orang yang berfikir tidak secara logika.

  23. NIM : 2010-21-016 Seksi : 36

    Orang yang bekerja memang dasarnya mencari uang. Namun orang yang berpola fikir kreatif seharusnya berfikir bekerja itu untuk pengalaman dan ada rasa ingin mengetahui Ilmu-ilmu yang belum pernah iya ketahui lalu ingin ada rasa menguasai Ilmu tersebut.

    Orang yang bekerja untuk uang selalu di hantui rasa takut biasanya yang di fikirkan adalah apakah kebutuhannya sehari-hari akan terpenuhi, kapan gaji naik, dan lain-lain. Jika dilandasi seperti itu sikap rasa takut akan terbayang-bayang terus menerus.

    Menurut saya lebih baik harus berfikir secara logikan saja. Toh jika orang yang bekerja gaji itu selalu dapat tiap bulan dan harus di manfaatkan sebaik-baik mungkin. Rezeki itu tidak kemana. Rasa takut itu harus dihilangkan. Jika perlu cari peluang menjadi pengusaha seperti membeli rumah lalu di sewakan atau di kontrakan. Uang akan mengalir tiap bulannya. Jadi tidak ada rasa takut lagi
    “orang yang tidak suka uang lebih buruk dari orang yang terikat uang”. Makna tersebut saya berpendapat memang tidak di pungkiri lagi setiap orang suka akan uang, namun orang yang selalu mengandalkan gaji (terikat uang) itu adalah salah satu orang yang berfikir tidak secara logika.

    Terima Kasih

  24. NIM : 2009-52-124 Sesi : 31

    Menurut saya artikel ini sangat menarik, Bekerja untuk uang menciptakan ketakutan. Pada dasarnya sifat mendasar dari setiap manusia adalah tidak pernah puas,orang kaya yang sudah memiliki harta melimpah masih ingin memperbanyak harta benda,masih mengeluh kurang ini kurang itu. Karena sifat dasar manusia yang tidak pernah puas akan apa yang dimilikinya sekarang.Bekerja dengan hanya bertujuan mendapatkan uang,mau tidak mau memicu ketakutan tersendiri jika gaji kecil tentunya tidak bisa menutupi kebutuhan hidup sehari-hari dan serba kesulitan.

    Itu otomatis terjadi pada setiap orang umumnya.Kehidupan yang terus berjalan,diriingi dengan kebutuhan hidup yang tidak akan pernah ada habisnya adalah pemicu utama ketakutan tersebut tetapi itulah hidup suka atau tidak itulah perjalanan hidup. sehingga sebaiknya kita pintar-pintar melihat setiap peluang yang ada,jangan hanya terpaku dengan cara bekerja mati-matian dan menghalalkan segala cara hanya untuk uang dan pemenuhan kebutuhan hidup. Sebaiknya menggunakan otak yang diberikan Tuhan untuk berkreativitas dengan tujuan yang sama yaitu memenuhi kebutuhan hidup.

    Thanks

  25. “Bekerja untuk uang menciptakan ketakutan” Saya setuju sekali dengan hal ini karena saya sendiripun mengalaminya sewaktu bekerja dengan sistem kontrak yang mana kontrak tidak dijelaskan sampai kapan.Hal ini membuat saya dan teman2 ketakutan setiap bulannya karena tidak diperpanjang.Dari pengalaman tsb saya mulai termotivasi untuk sekolah lagi dan mencari pekerjaan lain yang statusnya lebih jelas dan tentunya gaji yang lbh besar.Disamping itu saya baru memulai untuk berbisnis dengan penglihatan saya dari pengalaman lingkungan sekitar dan tentunya dengan ilmu yang saya dapat di kuliah semoga peluang saya untuk berbisnis berjalan dengan lancar.Amin

  26. 2006-52-139 seksi : 31

    “Bekerja untuk uang menciptakan ketakutan” Saya setuju sekali dengan hal ini karena saya sendiripun mengalaminya sewaktu bekerja dengan sistem kontrak yang mana kontrak tidak dijelaskan sampai kapan.Hal ini membuat saya dan teman2 ketakutan setiap bulannya karena tidak diperpanjang.Dari pengalaman tsb saya mulai termotivasi untuk sekolah lagi dan mencari pekerjaan lain yang statusnya lebih jelas dan tentunya gaji yang lbh besar.Disamping itu saya baru memulai untuk berbisnis dengan penglihatan saya dari pengalaman lingkungan sekitar dan tentunya dengan ilmu yang saya dapat di kuliah semoga peluang saya untuk berbisnis berjalan dengan lancar.Amin

  27. NIM: 2009-11-078

    Saya sependapat dengan artikel ini.
    memank betul bekerja untuk uang menciptakan ketakutan.
    Pada dasarnya sifat manusia adalah tidak pernah bisa puas,orang kaya yang sudah memiliki harta melimpah masih ingin lebih memperkaya harta bendanya.Karena sifat dasar manusia yang tidak pernah puas akan apa yang dia miliki.Bekerja dengan hanya bertujuan mendapatkan uang,akan memicu ketakutan tersendiri jika gaji kecil/kurang tentunya tidak bisa menutupi kebutuhan hidup sehari-hari dan serba kekurangan.

    Terima Kasih..

  28. Saya sependapat dengan Bapak. Orang yang bekerja untuk uang akan menjadi “budak” uang. Menurut saya, bekerja adalah jalan menuju sukses. Bekerja adalah guru yang paling baik. Di dalam bekerja, kita dapat menemukan banyak hal. Dengan begitu, kita akan merasa enjoy dalam bekerja. Memang sich, uang akhirnya yang kita dapat. Tapi jika akhirnya kita bekerja dapat uang banyak, tapi dengan beban psikologis yang besar, untuk apa? Semua tergantung dari tindakan kita yang akan diambil . . . . .

  29. Ping-balik: Bad Credit Refinance

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s