Rencana produksi

  1. Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke dalam pasar untuk diperhatikan, dimiliki, dipakai atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Setiap produk mempunyai tingkatan-tingkatan dan klasifikasi.
  2. Tingkatan produk : (1) Manfaat inti (Core benefit) : jasa atau manfaat yang sesungguhnya dibeli pelanggan, contoh : hotel untuk tidur, (2) Produk Dasar (basic product) : mengubah manfaat produk menjadi produk dasar, contoh : kamar hotel ada tempat tidur, (3) Produk yang diharapkan (expected product) : atribut dan kondisi yang biasanya diharapkan dan disetujui pembeli ketika mereka membeli produk, contoh : tempat tidur yang bersih, (4) Produk yang ditingkatkan (augmented product :  untuk memenuhi keinginan pelanggan yang melampaui harapan, contoh: online cek-in, service of excellent, dan (5) Produk potensial (potential Product) :  mencakup semua peningkatan dan transformasi yang akhirnya akan dialami produk dimasa yang akan datang, contoh: Kamar suite
  3. Klasifikasi : barang yang terpakai habis, barang tahan lama, jasa, shopping goods, speciality goods, dan unsought goods
  4. Barang yang terpakai habis (non durable goods) : Barang yang berwujud yang biasanya dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan
  5. Barang tahan lama (Durable Goods) : Barang berwujud yang dapat digunakan beberapa kali
  6. Jasa (services) : Jasa bersifat tidak berwujud, tidak dapat dipisahkan, dan mudah habis.
  7. Shopping Goods : Barang konsumsi yang karakteristiknya dibandingkan berdasarkan kesesuaian, kualitas, harga, dan gaya dalam proses pemilihan dan pembeliannya, terdiri dari (a) Homogenous Shopping goods, serupa kualitasnya tetapi cukup berbeda harganya, (b) Heterogenous shopping goods, produk yang keistimewaannya  lebih penting dibanding dengan harganya
  8. Speciality Goods : barang konsumsi dengan karakteristik unik untuk sekelompok pembeli yang cukup besar dan bersedia  melakukan usaha khusus untuk membelinya
  9. Unsought Goods : barang konsumsi yang diketahui atau tidak diketahui konsumen  namun  secara normal konsumen tidak terpikir untuk membelinya.
  10. Barang produksi terdiri dari bahan baku dan suku cadang, barang modal, serta perlengkapan dan jasa bisnis
  11. Bahan baku dan suku cadang (material and parts) : barang  yang sepenuhnya masuk ke produk, meliputi (a) Bahan mentah terdiri dari produk pertanian (gandum, kapas, ternak, buah, sayuran) dan produk alam (ikan, kayu, bijih besi), dan (b) Bahan baku dan suku cadang pabrikan terdiri dari dua yaitu bahan baku komponen (benang, butir besi) dan suku cadang komponen (motor kecil, ban)
  12. Barang modal (capital Items) : barang  tahan lama yang memudahkan pengembangan dan atau pengelolaan produk akhir, terdiri dari (a) Instalasi terdiri dari bangunan misalkan pabrik, dan (b)  Peralatan meliputi peralatan dan perkakas pabrik yang dapat dibawa-bawa (perkakas pertukangan) dan peralatan kantor (komputer personal)
  13. Perlengkapan dan jasa bisnis : barang dan jasa yang tidak tahan lama yang membantu pengembangan / pengelolaan produk akhir, terdiri dari (a)  Perlengkapan operasi (pelumas, kertas, pensil) dan barang untuk pemeliharaan dan perbaikan (cat, paku), dan (b) Jasa bisnis  meliputi: pemeliharaan dan perbaikan (membersihkan jendela, perbaikan komputer) dan jasa konsultasi bisnis (konsultasi manajemen dan hukum).
  14. Merek (branding) harus mencerminkan sesuatu mengenai manfaat dan mutu produk, mudah diucapkan, harus terbedakan, mudah diterjemahkan dalam bahasa asing, dapat didaftarkan dan mendapatkan perlindungan hukum. Merek berupa nama individu, nama keluarga untuk semua produk, nama yang yang berbeda untuk masing-masing produk, nama dagang dikombinasikan dengan nama produk, menggunakan  merek yang sudah terkenal dari dua perusahaan berbeda.
  15. Pengemasan (Packaging) : aktivitas merancang dan membuat wadah atau pembungkus produk. Tingkatan pengemasan : (1)Kemasan primer yaitu wadah utama dari produk, (2) Kemasan sekunder yaitu kemasan yang dibuang ketika produk akan digunakan, (3) Kemasan pengiriman yang diperlukan untuk menyimpan, mengenali, dan mengirimkan produk.
  16. Label : (1) Label bisa hanya berupa tempelan sederhana pada produk atau gambar yang dirancang dengan rumit yang merupakan kesatuan dengan kemasan. Label berfungsi untguk mengidentifikasi merek, menentukan kelas, menjelaskan dan mempromosikan produk.
Iklan

One thought on “Rencana produksi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s