Epistemology

  1. Epistemology adalah ilmu yang mempelajari tentang asal, susunan, metoda dan absahnya pengetahuan.  Epistemology adalah ilmu yang mempelajari tentang cara mendapatkan ilmu pengetahuan
  2. Cara mendapatkan pengetahuan : (a) mitos, (b) akal sehat, (c) empiris, (d) rasio dan (e) metoda ilmiah
  3. Mendapatkan pengetahuandengan mitos dilakukan dengan mengamati berbagai gejala alam sekitar,  gejala alam yang luar biasa  dikaitkan dengan perbuatan tokoh luar biasa (tokoh supranatural). Gejala alam sukar diramalkan, dikaitkan dengan watak tokoh supranatural, tokoh yang biasanya penuh kasih sayang tiba-tiba menjadi pemarah dan murka, maka dibuatkan sesaji
  4. Pengetahuan yang diperoleh akal sehat (common sense) menggunakan metoda mencoba-coba (trial and error). Pengetahuan bersifat deskriptif, artinya  menitik beratkan gejala empiris. Pengetahuan bersifat terbatas, artinya  tidak menunjang perkembangan teori
  5. Empiris : Akal sehat diperoleh dengan cara mencoba-coba, tidak berdasar teori dan masuk akal sehat belum tentu benar. Menemukan pengetahuan dengan menyimpulkan sesuatu berdasarkan pengalaman, diperoleh dengan perantaraan panca indera, melalui empiris atau berpikir induktif
  6. Rasio : Pengetahuan  terletak pada akal, bukan di luar akal. Kebenaran terletak dalam ide seseorang, bukan dalam diri sesuatu. Pengalaman empiris sekedar perangsang pikiran untuk menentukan kebenaran sesuatu atau berpikir deduktif
  7. Pengetahuan empiris dapat salah akibat keterbatasan kemampuan indera manusia. Fakta yang diperoleh tidak dapat digeneralisasi dan fakta seringkali hanya berupa kumpulan fakta belaka. Penggunaan rasio menyebabkan pengetahuan bersifat subyektif, maksudnya kebenaran dipandang dari sudut pandang orang yang menyatakan. pengetahuan juga bersifat solipsistic, maksudnya membenarkan sesuatu menurut dirinya sendiri
  8. Metoda ilmiah adalah prosedur mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu pengetahuan. Pengetahuan yang cara mendapatkannya dilakukan dengan syarat-syarat tertentu atau langkah-langkah tertentu yang disebut logico hypotetico verifikasi
  9. Logico hypotetico verifikasi terdiri dari langkah-langkah : a) Pengajuan masalah, (b) Penyusunan kerangka teori, (c) Perumusan hipotesis, (d) Pengujian hipotesis dan (e) Penarikan kesimpulan.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s