Ontology

  1. Ontology atau onlogi berasal dari kata ononthos (being) artinya “yang ada” Ontologi adalah ilmu pengetahuan tentang “yang ada” sebagai yang ada,  hakekat sebenarnya tentang “yang ada” atau hakekat suatu obyek
  2. Ontologi disebut juga sebagai metafisika yang dibentuk dari kata  meta ta physika rtinya hal-hal sesudah fisika. Metafisika adalah hal yang sebenarnya dari sekedar hal-hal yang nampak secara fisik
  3. Segala yang nyata (the real) adalah suatu tangkapan yang dapat dipercaya. Segala yang nyata adalah ada. “Bung Karno”  sesuatu yang dapat dipercaya keberadaannya atau sesuatu yang nyata. “Yang ada” tidak harus nyata.   “Cinderela” keberadaannya tidak dapat dipercaya, bukan sesuatu yang nyata.
  4. Segala yang nampak (the aparent/appearance) adalah suatu tangkapan terhadap gejala. Segala yang nampak adalah ada. Permukaan gunung nampak halus itu ada. ”Yang ada” tidak sama dengan yang nampak. Air laut merah sebenarnya adalah jernih
  5. “Yang ada” adalah segala yang nyata dan  yang nampak namun “yang ada” tidak harus nyata dan tidak sama dengan yang nampak. “yang nyata” lebih mencerminkan keberadaan yang sesungguhnya
  6. Cara meyakinkan sesuatu itu nyata adalah diuji dengan pengalaman, diuji dengan keserasian dan sesuatu itu bereksistensi. Diuji dengan pengalaman, artinya obyek material dapat dipercaya keberadaannya jika mengalaminya. Diuji dengan keserasian artinya tangkapan inderawi seseorang serasi dengan tangkapan inderawi orang lain. Sesuatu itu bereksistensi (existence), artinya dialami secara inderawi pada tempat dan waktu tertentu. Yang bereksistensi adalah nyata dan ada, namun “yang ada” tidak harus bereksistensi
  7. “Yang Ada” adalah sifat segala sesuatu atau ciri yang melekat pada apa saja. “Yang ada” adalah penerapan pada ciri yang sama yang dimiliki segala sesuatu. “Yang ada” adalah pengklasifikasian pelbagai hal yang diterapi predikat tersebut
  8. “Yang ada” adalah segala yang mempunyai sifat atau ciri-ciri yang sama, diberikan predikat, kemudian diklasifikasikan sebagai suatu substansi (substance). Substansi menentukan esensi (essence). Substansi adalah sifat yang dimiliki sesuatu. Esensi adalah sifat terdalam sesuatu
  9. “Yang ada” mempunyai 3 pandangan, yakni : (a) Monisme menyatakan hakekat segala sesuatu adalah tunggal, (b) Dualisme menyatakan hakekat segala sesuatu adalah berpasangan, dan (c) Pluralisme menyatakan segala sesuatu adalah jamak
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s