Semua tulisan dari mulyo wiharto

Silahkan memberi komentar pada topik yang sesuai, jangan di menu utama, terima kasih (please, provide comments on appropriate topic, not in the main menu, thank you)

Perbedaan aset dengan liabilitas

Orang yang melek finansial dapat membedakan hakekat aset dengan liabilitas dan tidak  menyamakan liabilitas dengan aset karena liabilitas seringkali nampak seolah-olah sebagai aset. Aset adalah sesuatu yang memberikan pemasukan, sedangkan liabilitas adalah sesuatu yang mendatangkan pengeluaran. Orang yang menganggap liabilitas sebagai aset mengakibatkan liabilitasnya semakin besar sementara asetnya justru semakin kecil.

Rumah besar sering dinilai sebagai aset padahal liabilitas. Rumah besar adalah bukan aset karena tidak mendatangkan pemasukan. Rumah besar mendatangkan pengeluaran dalam bentuk hipotek, biaya pemeliharaan, pajak, asuransi, dan sebagainya. Mobil mewah juga sering dinilai sebagai aset padahal liabilitas. Mobil mewah bukan aset karena tidak mendatangkan pemasukan, tetapi pengeluaran dalam bentuk biaya operasional, pemeliharaan, pajak, asuransi, dan sebagainya.

Orang yang melek finansial berusaha menambah aset dan bukan menambah liabilitas. Menambah aset berarti menambah pemasukan untuk meningkatkan aset, misalnya menyewakan sebagian kamarnya yang tidak digunakan untuk kos-kosan. Menambah aset berarti mengurangi pengeluaran untuk menurunkan liabilitas, misalnya membeli 2 (dua) buah rumah untuk disewakan daripada membeli sebuah rumah besar, membeli mobil baru untuk armada angkutan umum daripada membeli mobil mewah untuk dipakai sendiri.

Fokus pada aset bukan yang lain

Orang yang melek finansial fokus pada aset bukan fokus pada keseimbangan pemasukan dengan pengeluaran. Orang yang fokus pada keseimbangan pemasukan dengan pengeluaran tidak akan menambah aset. Orang yang berusaha menambah pemasukan akan berakibat menambah pula pengeluaran sehingga tetap saja tidak kaya walaupun penghasilannya sudah meningkat.

Orang yang sudah mendapatkan pemasukan yang bertambah akan menganggap wajar untuk memperbaiki penampilan, cara berbusana, model rumahnya, jenis kendaraannya dan sebagainya. Peningkatan peemasukan dengan demikian akan diikuti dengan peningkatan pengeluaran untuk membiayai keinginannya itu.

Orang yang melek finasial fokus pada aset dan bekerja keras untuk menambah asetnya sehingga menjadikan dirinya sebagai orang kaya dan semakin bertambah kaya. Orang yang tidak fokus pada aset akan semakin meningkat pengeluarannya kendati pemasukannya juga meningkat.

Orang yang mempunyai pengeluaran tinggi dan tidak tercukupi dari pemasukannya akan mengandalkan utang yang membebaninya dengan angsuran, bunga dan denda. Ketika pemasukan tidak dapat mengimbangi pengeluaran maka akan muncul liabilitas. Jumlah  liabilitas akan semakin meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah pengeluaran ditambah dengan beban utangnya.

Memahami perbedaan aset dengan liabilitas

  • Aset adalah sesuatu yang memberikan pemasukan, sedangkan liabilitas adalah sesuatu yang mendatangkan pengeluaran. Orang yang menganggap liabilitas sebagai aset mengakibatkan liabilitasnya semakin besar sementara asetnya justru semakin kecil.
  • Menambah aset berarti menambah pemasukan, misalnya menyewakan sebagian kamarnya yang tidak digunakan untuk kos-kosan. Menambah aset berarti mengurangi pengeluaran, misalnya membeli 2 (dua) buah rumah untuk disewakan daripada membeli sebuah rumah besar.

 

Fokus pada aset bukan pada keseimbangan

  • Orang yang fokus pada keseimbangan pemasukan dengan pengeluaran tidak akan menambah aset. Orang yang berusaha menambah pemasukan akan berakibat menambah pula pengeluaran sehingga tetap saja tidak kaya walaupun penghasilannya sudah meningkat.
  • Orang yang tidak fokus pada aset akan semakin meningkat pengeluarannya kendati pemasukannya juga meningkat. Orang yang mempunyai pengeluaran tinggi dan tidak tercukupi dari pemasukannya akan mengandalkan utang yang membebaninya dengan angsuran, bunga dan denda.

Berbisnis tidak sama dengan berdagang

Bisnis tidak sama dengan berdagang. Bisnis artinya sibuk melakukan aktivitas yang mendatangkan keuntungan atau kesibukan yang mendatangkan keuntungan dengan cara menjadi pekerja (employee), pekerja lepas (self employed), pemilik usaha (business owner), atau investor (investors)

Menjadi pekerja adalah bekerja pada seseorang (majikan), kantor pemerintahan, atau sebuah perusahaan sehingga mendapatkan keuntungan dalam bentuk gaji dan tunjangan.  Menjadi pekerja lepas adalah menjadi boss bagi dirinya sendiri, seperti menjadi seorang profesional (dokter, pengacara, konsultan, dsb) atau pekerja lepas lainnya yang menjajakan suatu barang atau menjual jasa kepada pihak lain sehingga mendapatkan keuntungan dalam bentuk honor, komisi, upah dan sebagainya.

Menjadi pemilik usaha adalah mempekerjakan orang untuk bekerja bagi dirinya dengan menciptakan sebuah usaha dan mengendalikan sistem usaha yang diciptakannya itu. Menjadi investor adalah menghasilkan uang  dengan menanamkan sejumlah aset untuk mendapatkan penghasilan di masa yang akan datang dalam bentuk bunga, dividen, gain, sewa, dan sebagainya

Mengurus bisnisnya sendiri bukan bisnis orang lain

Menjadi pekerja, pekerja lepas, pemilik usaha maupun investor harus mengurus bisnisnya sendiri untuk memperbesar asetnya sendiri.  Mengurusi bisnis sendiri artinya mengurusi aset, bukan mengurusi pemasukan, pengeluaran dan liabilitas.

 

Mengurusi pemasukan berarti mengurusi dan memperbesar aset pemilik dan perusahaan, mengurusi pengeluaran berarti mengurusi dan memperbesar aset penjual dan pemerintah, sedangkan mengurusi liabilitas berarti mengurusi dan memperbesar aset yang dimiliki kreditur dan bank.

 

Mengurusi bisnis sendiri artinya mengurusi asetnya sendiri, bukan mengurusi pemasukan. Mengurusi pemasukan berarti mengurusi dan memperbesar aset pemilik dan perusahaan. Pemasukan yang didapat oleh pekerja atau pekerja lepas jauh lebih sedikit dibanding dengan pemasukan yang diperoleh oleh pemilik dan perusahaan.

 

Mengurusi bisnis sendiri artinya mengurusi asetnya sendiri, bukan mengurusi pengeluaran. Mengurusi pengeluaran berarti mengurusi dan memperbesar aset penjual dan pemerintah. Uang yang kita pergunakan untuk membeli atau membiayai sesuatu akan mendatangkan keuntungan pada para penjual dan memperkaya pemerintah dalam bentuk pajak.

 

Mengurusi bisnis sendiri artinya mengurus asetnya sendiri dan tidak mengurusi liabilitas. Mengurusi liabilitas berarti memperbesar aset kreditur dan bank, karena para kreditur dan bank tersebut memperoleh keuntungan besar dari pinjaman kita dalam bentuk bunga dan denda. Semakin besar utang yang kita miliki akan semakin besar bunga yang diperoleh kreditur dan bank. Semakin lama kita menunda pembayaran utang akan semakin besar denda yang  didapat oleh kreditur dan bank.

Semakin lama semakin santai dengan bisnisnya

Seorang pekerja, pekerja lepas, pemilik usaha dan investor harus membangun sistem bisnis yang membuatnya semakin sedikit melakukan pekerjaan. Pada awalnya memang kita harus bekerja keras untuk menciptakan dan membangun sistem bisnis, tetapi semakin lama kesibukan kita harus semakin berkurang dan harus semakin santai.

Sistem bisnis yang perlu diciptakan dan dibangun oleh seorang pekerja dan pekerja lepas antara lain sub sistem perencanaan, pengelolaan dan pengawasan keuangan yang efisien. Sistem bisnis yang perlu dibangun oleh pemilik usaha dan investor, antara lain sub sistem organisasi, pemasaran, produksi dan keuangan. Bila sistem bisnis yang dibangun sudah mapan maka kita tinggal menikmati keuntungannya saja di belakang hari.

Sistem bisnis yang kita bangun hendaknya semakin lama akan semakin bekerja keras menghasilkan pemasukan. Pada tahap ini, kesibukan kita akan semakin berkurang dan kita akan semakin santai dengan bisnisnya, bahkan akhirnya bisa terlepas dari semua pekerjaan (JOB). Terlepas dari JOB menandakan kita sudah sukses dalam bisnis kita, karena JOB = Just Over Broke (baru melewati kebangkrutan).

Orang yang sukses dengan bisnisnya harus semakin santai, bukannya semakin sibuk. Orang yang semakin sibuk karena  kedudukannya semakin tinggi menandakan bahwa dia belumlah sukses. Kedudukan yang semakin tinggi pada umumnya akan meningkatkan pula pemasukannya. Selanjutnya, peningkatan pemasukan yang didapatkannya akan menyebabkan pengeluarannya bertambah pula untuk membiayai berbagai keperluan yang berhubungan dengan kedudukannya tersebut. Oleh karena itu asetnya tidak akan bertambah, bahkan semakin kecil.